Princess Anna

Di tahun ajaran 2014/2015 saya diberi kesempatan mendampingi adik-adik Merkurius. Di kelas ini saya bertemu dengan seorang adik bernama “Galuh”. Ia terlihat ceria dan menggemaskan. Sampai saatnya saya menghabiskan waktu bersamanya saya agak kaget dengan segala ke’unik’annya. Mulai dari rambut yg mesti harus terkepang ala Princess Anna di film Frozen, segala sesuatu yg Ia punya juga bergambar Frozen dan selalu bercerita ttg Frozen. Ia tidak mau jadi anak terakhir yg dipanggil saat menunggu giliran, Ia akan sangat merasa bersalah jika tidak sengaja melukai temannya, tetapi Ia juga ringan tangan memukul atau mendorong temannya. Waahh..dari adik ini saya belajar ilmu SABAR. Pastinya saya sering merasa kesal tapi dengan hanya melihat wajahnya yg polos dengan pipi merah dan matanya yg jernih hati saya pun luluh. Amarah seketika padam. Saya hanya ingin memeluknya dan mengatakan semuanya baik-baik saja dik. Sampai saat ini 2 tahun kemudian walaupun saya tidak mendampinginya lagi, saat saya melihatnya menangis yg ingin saya lakukan hanya memeluknya, menenangkannya…

Kesan

Secara keseluruhan ketiga foto tersebut menggambarkan kedekatan orang tua atau orang dewasa dengan anak, mencoba menenangkan anak dengan berbagai cara sesuai kebutuhan atau kesenangan anak. Ada yang perlu pelukan, berjalan-jalan bersama Ayah, ataupun berbicara dari hati ke hati bersama Ibu. Karena pada dasarnya satu anak dan anak yang lain berbeda-beda penanganannya sesuai dengan keistimewaannya masing-masing 🙂